Pemerintah Berikan Penghormatan Usai Tiga Prajurit TNI Gugur Karhutla Kalimantan

Pemerintah menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI AD saat pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah. Proses evakuasi dan penghormatan militer digelar secara khidmat.

Pemerintah Berikan Penghormatan Usai Tiga Prajurit TNI Gugur Karhutla Kalimantan

Pemerintah menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya tiga personel TNI Angkatan Darat saat menjalankan tugas negara memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Ketiga prajurit tersebut gugur setelah helikopter yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dalam misi kemanusiaan tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, pada Jumat, 6 November 2026, menyampaikan duka cita resmi mewakili pemerintah. Sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia dan ANTARA, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian penuh kepada keluarga serta putra-putri dari para prajurit yang telah berkorban demi melindungi masyarakat dan lingkungan.

Identitas Prajurit dan Kronologi Kecelakaan

Menurut laporan CNN Indonesia, ketiga prajurit TNI AD yang gugur dalam tugas tersebut adalah Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu Anumerta Heri Prasetyo. Republika menuliskan nama Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar tanpa nama belakang Rizki Hartio, serta mencatat Sertu Anumerta Heri Prasetyo sebagai bagian dari tiga personel yang gugur dalam insiden tersebut.

Ketiga prajurit tersebut mengalami kecelakaan saat mengoperasikan helikopter Mi-17V5 pada Rabu, 4 November 2026. Laporan Republika menyebutkan helikopter tersebut bernomor registrasi Mi-17V5 HA-5232 yang jatuh di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Sementara itu, CNN Indonesia mencatat lokasi spesifik kecelakaan berada di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Proses Evakuasi dan Pemulangan Jenazah Sertu Heri Prasetyo

Berdasarkan keterangan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan yang dikutip Republika, proses evakuasi jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo berlangsung lancar pada Jumat, 6 November 2026, pukul 09.15 WIB. Dari titik penemuan, jenazah diangkut menggunakan speedboat milik Basarnas menuju Pelabuhan Sigintung untuk persiapan pemulangan.

Jadwal pemulangan jenazah Sertu Heri menuju Kediri, Jawa Timur, direncanakan pada Sabtu, 7 November 2026, menggunakan pesawat Casa 212 Noreg A-9135. Berton menjelaskan bahwa penerbangan ditunda hingga Sabtu karena membutuhkan waktu penyiapan jenazah serta mempertimbangkan kondisi cuaca buruk di Seruyan yang belum memungkinkan untuk penerbangan pada Jumat.

Rangkaian Upacara Pemakaman Militer

Dikutip dari Republika, jenazah Sertu Heri dijadwalkan tiba di Bandara Kediri pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 10.45 WIB. Kedatangan jenazah disambut dengan upacara militer yang dipimpin oleh Komandan Kodim Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah.

Setelah prosesi penyambutan, jenazah dipindahkan ke rumah duka di Dusun Jatirejo, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Danpuspenerbad Mayjen TNI M Masrukin dijadwalkan memimpin langsung upacara persemayaman di rumah duka pada pukul 13.00 WIB.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa almarhum, upacara pemakaman secara militer digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Trenggalek pada pukul 14.00 WIB. Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi pemakaman tersebut.

Penghormatan untuk Letkol Dudi dan Kapten Nurhafiz di Semarang

Sebelumnya, pada Kamis, 5 November 2026, penghormatan terakhir telah diberikan kepada dua prajurit lainnya di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Menurut laporan Republika, Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita hadir langsung dalam penyambutan jenazah Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar dan Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah.

Setelah prosesi di Semarang, jenazah Letkol Dudi kemudian dibawakan menuju Bandung. Sementara itu, jenazah Kapten Nurhafiz disalatkan di Masjid Attaqwa, Kompleks Penerbad, Semarang, sebelum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang, dengan KSAD bertindak sebagai inspektur upacara.

KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menyampaikan ungkapan belasungkawa dan doa bagi almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Tandyo sebagaimana dikutip dari laporan Republika.

Sikap Pemerintah dan Kondisi Penanganan Karhutla

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian penuh terhadap para petugas yang berada di garis depan penanganan karhutla. Menurut laporan CNN Indonesia, Prasetyo menyampaikan belasungkawa resmi atas musibah ini.

“Tiga prajurit kita yang gugur di dalam menjalankan tugas mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Dalam kesempatan ini, izinkanlah kami menyampaikan belasungkawa,” kata Prasetyo Hadi di Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Ia menambahkan bahwa tugas pemadaman karhutla, khususnya pengeboman air (water bombing), memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi bagi keselamatan personel.

“Dan terutama saudara-saudara kita TNI yang melakukan proses pemadaman dengan water bombing. Saudara-saudara ketahui itu semua mengandung risiko. Mari kita memanjatkan doa supaya saudara-saudara kita diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ucap Mensesneg Prasetyo Hadi.

Dikutip dari CNN Indonesia berdasarkan data BNPB per Kamis, 5 November 2026, tercatat sebanyak 1.468 titik api karhutla tersebar di enam provinsi. Beberapa wilayah yang menjadi fokus perhatian pemadaman meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan.

Sudut Pandang Islami: Keutamaan Pengabdian Kemanusiaan

Dalam ajaran Islam, pengorbanan jiwa saat menjalankan tugas kemanusiaan demi menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan merupakan ikhtiar yang sangat mulia. Ketulusan dalam bertugas serta keberanian menghadapi bahaya demi maslahat umum menjadi cerminan nilai kepedulian yang tinggi.

Sejarah Islam mencatat banyak contoh keteladanan prajurit dan pemimpin yang mengabdikan hidupnya hingga akhir hayat demi membela kaum muslimin dan ketertiban umum, seperti dalam catatan sejarah Peristiwa 19 Ramadhan: Gugurnya Khalifah Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu Sebagai Syahid. Pengorbanan para petugas di lapangan mengingatkan seluruh umat akan pentingnya saling mendoakan dan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan serta ketabahan.

Sumber