Peristiwa 29 Ramadhan: Pendirian Kota al-Qayrawan
Pada 29 Ramadhan 48 H, Kota al-Qayrawan didirikan oleh ‘Uqbah bin Nafi’ sebagai pusat militer dan ilmu Islam di Afrika Utara. Simak sejarahnya di sini.

Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan
Pada 29 Ramadhan 48 Hijriyah, ‘Uqbah bin Nafi’, gubernur Maghrib pada saat itu, memerintahkan pendirian Kota al-Qayrawan (Kairouan, Tunisia). Kota ini didirikan sebagai pos utama militer Islam, yang berfungsi sebagai pusat strategi dan perluasan Islam di wilayah Afrika Utara.
Baca Juga : Peristiwa 28 Ramadhan: Cahaya Islam Bersinar di Negeri Andalus
Tujuan Pendirian Kota al-Qayrawan
Kota ini didirikan untuk beberapa tujuan utama:
-
Sebagai basis militer utama Islam untuk ekspansi dan perlindungan wilayah.
-
Sebagai pusat ilmu dan dakwah Islam yang akan menyebarkan ajaran Islam ke penduduk lokal, terutama suku Barbar.
-
Sebagai solusi strategis untuk menjaga stabilitas wilayah, terutama dalam mengatasi kelompok yang melanggar perjanjian dengan kaum Muslimin.
Dalam pidato singkatnya, ‘Uqbah bin Nafi’ menegaskan alasan pentingnya mendirikan kota ini:
“Jika seorang imam memasuki negeri Afrika, maka penduduknya akan menyambutnya dengan mengikuti Islam. Akan tetapi jika ia keluar dari negeri itu maka di antara orang-orang tersebut akan kembali kepada kekufuran. Maka aku memerintahkan kalian, wahai kaum muslimin, agar kalian mendirikan sebuah kota di negeri kalian. Kota itu kelak akan menjadi kemuliaan Islam hingga akhir masa yang akan datang.”
[Sumber: al-Bayan al-Mughrib fi Akhbar al-Andalus wa al-Maghrib, Jilid 1, hlm. 19]
Kesimpulan
Pendirian Kota al-Qayrawan pada 29 Ramadhan 48 H menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam di Afrika Utara. Kota ini tidak hanya menjadi pusat militer, tetapi juga berkembang menjadi pusat keilmuan Islam yang berpengaruh selama berabad-abad.