Peristiwa 6 Ramadhan : Penaklukan Kota ‘Ammuriyah

Penaklukan Kota ‘Ammuriyah pada 6 Ramadhan 223 Hijriyah adalah salah satu peristiwa bersejarah dalam Islam. Khalifah al-Mu'tashim memimpin pasukan Muslim untuk membalas serangan Romawi dan membebaskan tawanan Muslim. Simak kisah lengkapnya di sini.

Peristiwa 6 Ramadhan : Penaklukan Kota ‘Ammuriyah

Momentum Bersejarah di Bulan Ramadhan: Penaklukan Kota ‘Ammuriyah

Pada hari 6 Ramadhan tahun 223 Hijriyah, kaum Muslimin berhasil menaklukkan Kota ‘Ammuriyah. Peristiwa ini bermula ketika 100.000 tentara Romawi yang dipimpin oleh Kaisar Theophilos menyerbu benteng Zibathroh (Isparta), menewaskan kaum Muslimin, merampas harta benda, serta menyandera wanita dan anak-anak.

Seruan Minta Tolong dan Jawaban al-Mu’tashim

Seorang wanita dari Bani Hasyim yang ditawan oleh Kaisar Romawi berteriak meminta tolong, “Wahai Mu’tashim!” Kaisar Romawi mengejeknya dengan berkata, “Al-Mu’tashim tidak akan datang menyelamatkanmu kecuali dengan mengendarai ablaq (kuda belang hitam-putih).”

Kabar ini sampai kepada Khalifah al-Mu’tashim, yang segera mengumpulkan pasukannya dan mempersiapkan perang dengan persiapan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Pasukan Islam kemudian berangkat ke ‘Ammuriyah, mengepung kota tersebut hingga akhirnya berhasil menaklukkannya. Setelah kemenangan ini, mereka membebaskan tawanan Muslim dan mengalahkan pasukan musuh.

Pelajaran dari Peristiwa Ini

  1. Kepemimpinan adalah Amanah
    Kepemimpinan bukanlah sarana untuk bersenang-senang atau mencari keuntungan pribadi, melainkan tanggung jawab yang membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, harta, dan jiwa.

  2. Pemimpin yang Adil Tidak Membiarkan Kezaliman
    Seorang pemimpin sejati tidak akan tinggal diam terhadap kemungkaran dan kezaliman. Dia harus segera bertindak untuk menegakkan keadilan tanpa menunda-nunda.


Kesimpulan

Peristiwa 6 Ramadhan 223 Hijriyah adalah salah satu momen penting dalam sejarah Islam yang menunjukkan bagaimana keberanian, kepemimpinan, dan keadilan ditegakkan. Dari seruan seorang wanita Muslim hingga penaklukan kota, umat Islam belajar tentang keteguhan dalam membela kebenaran.