Peristiwa 18 Ramadhan : Wafatnya Saif Allah al-Maslul (Khalid bin al-Walid)
Pada 18 Ramadhan tahun 21 Hijriyah, wafatlah Khalid bin al-Walid, sang Pedang Allah yang Terhunus. Beliau dikenal sebagai panglima Islam yang berjasa dalam banyak pertempuran melawan Romawi dan Persia. Simak kisah heroiknya di sini

18 Ramadhan Tahun 21 Hijriyah: Wafatnya Khalid bin al-Walid
Pada tanggal 18 Ramadhan tahun 21 Hijriyah, wafatlah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikenal sebagai Saif Allah al-Maslul (Pedang Allah yang Terhunus), yaitu Khalid bin al-Walid Radhiyallahu ‘anhu. Beliau adalah panglima perang Islam yang berjasa besar dalam berbagai penaklukan dan peperangan melawan dua kekaisaran besar, Romawi dan Persia.
Kehidupan Khalid bin al-Walid di Medan Perang
Khalid bin al-Walid menghabiskan hampir seluruh hidupnya di medan perang, baik menyerang maupun bertahan, dengan tujuan menegakkan kalimat tauhid dan menolong agama Allah. Keberaniannya yang luar biasa menjadikannya sosok yang ditakuti oleh musuh-musuh Islam dan dihormati oleh kaum Muslimin.
Perkataan Khalid bin al-Walid Menjelang Wafatnya
Menjelang kematiannya, Khalid bin al-Walid mengungkapkan:
“Sungguh aku telah ikut serta dalam lebih dari 100 peperangan. Tidak ada sejengkal pun di tubuhku kecuali terdapat luka bekas sabetan pedang, tusukan tombak, atau lemparan panah. Namun, kini aku mati di atas ranjangku seperti seekor unta yang tergeletak. Mata para pengecut tidak akan pernah tertidur nyenyak. Tidak ada amalan yang lebih aku harapkan selain kalimat 'Laa ilaha illa Allah', dan aku selalu bertameng dengannya.” ([Asad al-Ghabah, Jilid 2, hlm. 140])
Pelajaran dari Kehidupan Khalid bin al-Walid
-
Keberanian dan Keimanan – Khalid bin al-Walid adalah contoh nyata keberanian yang berpadu dengan keimanan yang teguh.
-
Ketulusan dalam Berjuang – Beliau tidak mencari kedudukan atau harta, melainkan berjuang demi kejayaan Islam.
-
Ketetapan Takdir – Meski hidupnya dihabiskan di medan perang, Allah mentakdirkan beliau wafat di atas ranjang, bukan di medan perang.
Kesimpulan
Wafatnya Khalid bin al-Walid merupakan kehilangan besar bagi umat Islam. Namun, jasa-jasanya dalam menegakkan Islam tetap dikenang sepanjang sejarah. Semoga Allah meridhainya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.