Peristiwa 24 Ramadhan: Pendirian Masjid ‘Amr bin al-‘Ash
Masjid ‘Amr bin al-‘Ash, masjid pertama di Mesir dan Afrika, didirikan pada 24 Ramadhan 20 H. Simak sejarah lengkap pendiriannya dan peranannya dalam perkembangan Islam

Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan
Pada 24 Ramadhan tahun 20 Hijriyah, kaum Muslimin mencatat sejarah besar dengan pendirian Masjid ‘Amr bin al-‘Ash. Masjid ini merupakan masjid pertama di Mesir dan Afrika, yang berdiri di kota al-Fusthath (Fustat), kota yang dibangun setelah penaklukan Mesir oleh kaum Muslimin.
Sejarah Pendirian Masjid
Masjid ‘Amr bin al-‘Ash awalnya memiliki luas 50 x 30 hasta dan dilengkapi enam buah pintu. Masjid ini juga dikenal dengan berbagai nama lain, seperti Masjid al-Fath, Masjid al-‘Atiq, dan Taj al-Jawami’.
Pembangunan awalnya bertahan hingga tahun 53 Hijriyah (672 Masehi), ketika Maslamah bin Mukhallad al-Anshary, gubernur Mesir yang diutus oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan, mulai merenovasi dan memperluas masjid. Salah satu perubahan besar yang dilakukan adalah pembangunan empat buah menara.
Baca Juga : Peristiwa 23 Ramadhan: Wafatnya Ulama Besar Usamah bin Mursyid al-Kinany
Perkembangan dan Renovasi
Seiring berjalannya waktu, setiap gubernur Mesir terus melakukan renovasi dan perluasan terhadap Masjid ‘Amr bin al-‘Ash. Hingga akhirnya, luas masjid bertambah menjadi 24.000 hasta atau sekitar 120 x 110 meter dalam ukuran modern.
Makna Sejarah Masjid ‘Amr bin al-‘Ash
Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat keilmuan, dakwah, dan pemerintahan. Sebagai masjid pertama di Mesir, peranannya dalam perkembangan Islam di wilayah Afrika sangatlah besar.
Kesimpulan
Pendirian Masjid ‘Amr bin al-‘Ash pada 24 Ramadhan 20 H menjadi tonggak sejarah Islam di Mesir dan Afrika. Hingga kini, masjid ini tetap menjadi simbol kejayaan Islam dan warisan sejarah yang tak ternilai.